Langsung ke konten utama

Makalah Pemikiran Islam Moderat

 

MAKALAH

PEMIKIRAN ISLAM MODERAT

Tujuan Makalah Ini Disusun Sebagai Tugas Persentasi

Dosen Pengampuh :

Dr.Muhammad Hardi .MA

 







DI SUSUN OLEH :

 

1.SRI DANING APRIANTI (11902005)

2.DINDA YULITA (11902020)

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK

TAHUN AKADEMIK 2019

 



KATA PENGANTAR

 

Segala puji hanya bagi Allah, penulis memuji, memohon pertolongan, serta meminta ampunan kepada-Nya. Penulis berlindung kepada Allah dari kejelekan diri dan keburukan amal penulis. Barang siapa diberi hidayah oleh Allah, niscaya tiada seorang pun yang dapat menyesatkannya dan barang siapa yang disesatkan oleh-Nya, niscaya tiada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Alhamdulillah Allah yang telah memberikan kita kesehatan dan kesempatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul PEMIKIRAN ISLAM MODERAT. Dalam penyusunan makalah ini ada beberapa buku dan internet yang dijadikan referensi oleh penulis.

Penulis juga mengucapkan terima kasih terhadap bantuan  dosen pengampu sehingga makalah ini bisa selesai pada tepat waktunya. Dengan keterbatasan penulis pasti ada kekurangan dan kelemahan dari makalah ini, maka dari itu diharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca agar makalah ini bisa menjadi lebih baik.

 

 

Pontianak,  30 september 2019


BAB 1

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

            Bagi sebagian masyarakat di dunia, agama adalah pedoman untuk menentukan  arah yang harus di tuju dalam hidupnya. Dalam kehidupan di dunia ini, hal yang paling penting adalah sebuah kedamaian jiwa dan raga dalam bermasyarakat. Maka, ketika muncul perubahan-perubahan dalam sebuah kehidupan, harus ada yang mengimbangi perubahan-perubahan tersebut dalam konteks bergama dengan mengikuti pergerakan perubahan dalam situasi dan kondisi global. Islam Moderat adalah ajaran yang mampu mengikuti perkembangan jaman dan tidak meninggalkan ajaran ajaran sesudahnya.

           Konsep “Islam moderat” pada dasarnya hanyalah sebatas istilah atau tawaran yang semata-mata ingin membantu masyarakat pada umumnya dalam memahami Islam. Bersikap moderat dalam ber-Islam bukanlah suatu hal yang menyimpang dalam ajaran Islam, karena hal ini dapat ditemukan rujukannya, baik dalam al-Qur’an, al-Hadits, maupun perilaku manusia dalam sejarah. Bukankah diketahui bahwa di wilayah ini terdapat bayak paham dalam Islam, beragam agama, dan multi-etnis. Konsep “Islam moderat mengajak, bagaimana Islam dipahami secara kontekstual, memahami bahwa perbedaan dan keragaman adalah sunnatullah, tidak dapat ditolak keberadaannya. Jika hal ini diamalkan, dapat diyakini Islam akan menjadi agama rahmatan lil alamin. perbedaan pemahaman dan penafsiran atas teks al-Qur’an dan al-Hadits. Sebenarya, sepanjang perbedaan yang ada dilandasi dengan semangat nilai-nilai ukhuwah basyariah (persaudaraan antar umat manusia), ukhuwah Islamiyah (persaudaraan antar sesama umat Islam), hablu minannaas (hubungan baik dengan sesama manusia), dan ikhtilafu ummati rahmatun (perbedaan adalah rahmat), tidaklah menimbulkan permasalahan.

 

B.     RUMUSAN MASALAH

1.      Apakah pengertian Islam Moderat?

2.      Bagaimana lahir dan berkembangya Islam Moderat?

3.      Bagaimana pemikiran Islam Moderat?

4.     Bagaimana dampak positif dan negatif Islam Moderat?

 

C.     TUJUAN RUMUSAN MASALAH

1.      Mampu memahami dengan benar apa itu Islam Moderat.

2.      Dapat mengetahui lahirnya dan bagaimana perkembangan Islam

         Moderat

3.      Mampu memahami pemikiran Islam Moderat.

4.      Mampu mengetahui dampak pemikiran islam Moderat

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Pengertian Islam Moderat

Dalam Kamus Bahasa Indonesia, Moderat adalah selalu menghindarkan prilaku atau pengungkapan yang ekstrim. Sikap ini harus di kembangkan dalam dunia peradabaan pendidikan yang penuh dengan pemikiran dan tindakan yang semakin luas, dengan zaman modern ini maka peradaban manusia akan berubah sesuai dengan kehendak mereka.

Islam moderat lebih dikenal sebagai bentuk lawan dari islam fundamentalis atau islam garis tengah.Alasan utama dilahirkan nya islam moderat oleh para pendirinya karena adanya islam garis keras tersebut.Maka islam moderat ingin menjadi solusi atas hal –hal yang di pandang oleh sebagian masyarakat.

             Allah SWT berfirman yang artinya, “Dan demikianlah Aku (Tuhan) jadikan kalian umat yang “wasat” (adil, tengah-tengah, terbaik) agar kalian menjadi saksi (syuhada’) bagi semua manusia, dan agar Rasul (Muhammad SAW) menjadi saksi (syahid) juga atas kalian.” (Q. S. Al-Baqarah:143). Umatan wasathan dalam ayat tersebut berarti “golongan atau agama tengah”.

             Sebagai istilah untuk penggolongan corak pemikiran dan gerakan istilah “Islam moderat” diperlawankan dengan istilah lain, yaitu Islam radikal. Islam moderat, dalam pengertian yang lazim kita kenal sekarang, adalah corak pemahaman Islam yang menolak cara-cara kekerasan yang dilakukan oleh kalangan lain yang menganut model Islam radikal.

 

B.     Sejarah dan perkembangan Islam Moderat.

             Awal abad ke-20 ditandai lahirnya gerakan-gerakan Islam yang monumental (kesan yang menimbulkan sesuatu yang besar).

           Salah satu contoh konkret dari situasi ini adalah perdebatan "Islam moderat". Perkembangan terakhir di Barat, saat bahaya yang mengerikan bagi Barat dan kemanusiaan, agenda "Islam moderat" terus menerus diperbedatkan. Sebelum Perang Dunia II, terlihat ancaman yang ada di Barat, seperti isu Yahudi, kini saat memasuki era kegelapan, setelah neo-nazism dan neo-fasism muncul isu"Islam moderat" mulai diperdebatkan.

            300 orang Perancis menandatangani surat kabar untuk melakukan penghapusan sebagian ayat-ayat al-Qur'an yang dianggap mengajarkan kekerasan dan permusuhan terhadap kaum Yahudi, yang sebenarnya berasal dari penyakit Barat itu sendiri.

            Namun di satu sisi, aksi kekerasan yang dilakukan Israel kepada warga sipil Palestina pada saat detik-detik pemindahan kedutaaan besar AS untuk Israel ke Yerusalem, aksi genosida yang bertentangan dengan hukum, masyarakat internasional dan nilai-nilai kemanusiaan, menyebabkan puluhan warga Palestina kehilangan nyawa dan ribuan yang lainnya terluka, namun hanya didiamkan.

          JIka kita lihat kenyatan itu, jelas bahwa istilah "Islam moderat" tidak dimaksudkan untuk menentang terorisme. Meskipun tujuannya untuk mengutuk terorisme, agama, ideologi, atau yang bersumber dari bentuk imprealisme. Sebenarnya tidaklah sulit untuk menentukan sikap bersama terhadap terorisme.

 

C.     Pemikiran Islam Moderat

         Pemikiran dan gerakan Islam yang memperjuangkan moderasi Islam  paling tidak memiliki sembilan prinsip yang melandasi Islam moderat:

1.      Al-Qur’an merupakan pedoman yang sangat sentral (pusat) dalam kehidupan umat Islam. Dalam pengertian tekstualnya Al-Qur’an adalah  teks suci resmi dan tertutup. Artinya teks Al-Qur’an tidak akan berubah sejak masa diturunkan sehingga akhir zaman. Dalam pengertian ini Islam moderat memandang Al-Qur’an sebagai kitab terbuka. Islam moderat menolak pandangan Al-Qur’an sebagai kitab tertutup yang memunculkan pemahaman terhadap Al-Qur’an yang bersifat tekstualistik, yaitu pemahaman mengenai Islam yang semata-mata mempertaruhkan segala-galanya pada bunyi atau huruf-

2.       Keadilan merupakan ruh dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Bahkan, keadilan dianggap oleh ahli ushul fiqh sebagai tujuan Syari’at.

3.      Kesetaraan mengandaikan adanya kehidupan umat manusia yang menghargai kesamaan asal-muasalnya sebagai manusia dan kesamaan pembebasan dimana setiap manusia dikarunia akal untuk berfikir.

4.      Toleransi adalah sikap saling mengerti, Sesuai dengan sunatullah, perbedaan antar manusia akan terus terjadi. Oleh karena itu pemaksaan dalam berdakwah kepada mereka yang berbeda pandangan, baik dalam satu agama maupun berbeda agama, tidak sejalan dengan semangat menghargai perbedaan yang menjadi tuntunan Al-Qur’an.

5.      Pembebasan Agama sejatinya diturunkan ke bumi untuk mengatur dan menata kesejahteraan manusia (limashalih al-ummat). Oleh karena itu agama semestinya dipahami secara produktif sebagai sarana transformasi sosial. Segala bentuk wacana pemikiran keislaman tidak seharusnya tidak menampilkan agama sebagai sesuatu yang menakutkan. Sebaliknya pemikiran itu dilakukan dalam rangka membebaskan akal, dan perilaku dan etika yang dapat membentuk kesalehan sosial. Oleh karena itu sudah semestinya agama dijadikan sebagai kekuatan kritik, dan bukan sebaliknya, anti kririk.

6.      Kemanusiaan Dalam pandangan Muslim moderat, Sejak awal kehadirannya, Islam memperlihatkan tekad yang besar dalam upaya membangun masyarakat yang adil dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

7.      Pluralisme Sebagaimana ditunjukkan oleh namanya, Islam adalah agama damai dan menyukai perdamaian. Dalam kerangka perdamaian itu Al-Qur’an memandang fakta keanekaragaman agama sebagai kehendak Allah, sebagaimana juga Nabi Muhammad sebagai seorang Rasul dari sebagian rasul yang di utus kepada umat manusia. Perbedaan agama terjadi karena perbedaan millah yang dianut oleh Islam, Kristen dan Yahudi. Dan agama yang berasal dari sumber yang sama yaitu Tuhan.

8.      Sensitifitas Islam diturunkan oleh Allah sebagai penuntun (hadi), pembawa kabar gembira (basyir) dan pembawa peringatan (nadzir) bagi umat manusia. Dengan fungsi ini Islam mengakibatkan perubahan cara pandang pemelauknya terhadap perempuan. Islam mendeklarasikan kesamaan hak dan kewajiban laki-laki dan perempuan di hadapan Tuhan.

9.      Non Diskriminasi Sejak awal kehadirannya Islam secara tegas menentang penindasan, peminggiran dan ketidakadilan. Praktek teladan Nabi di Madinah dengan membangun kesepakatan mengenai hak dan kewajiban yang sama diantara kelompok-kelompok suku dan agama menunjukkan kesetaraan dan non diskriminasi adalah prinsip sentral dalam Islam. Melalui prinsip kesetaraan dan non diskriminasi diantara elemen masyarakat itulah Nabi membangun tatanan masyarakat yang sangat modern dilihat dari ukuran zamannya

 

 

D.    Sisi positif dan negatif dari pemikiran Islam Moderat

                      Ketika kita dapat memahami cara berpikir dari kelompok Islam Moderat ini, sepertinya sisi negatifnya hampir tidak ada, dikarenakan cara berpikir dari kelompok ini dapat diterima olah akal dan pikiran. Sehingga masyarakat dapat menerima dengan baik ajaran-ajaran yang ada dalam Islam Moderat. Dan dari segi positifnya adalah, kelompok ini mempunyai watak keterbukaan atas pendapat-pendapat dari pihak lain.

Perkembangan-perkembangan intelektual menghasilkan proposisi modernis yang lebih lanjut, bahwa Islam telah menghasilkan suatu peradaban yang progresif dan dalam kenyataannya telah menjadi instrumen dalam mengeluarkan abad moderen dari kegelapan masa purba

 

E.     Kritik terhadap Islam Moderat

              Islam Moderat merupakan golongan agama yang mampu membuat sebuah perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Yang dalam ajarannya sangat bertentangan dengan Islam Radikal dan Liberal.

 Ilmu pengetahuan dan teknologi dari Barat merupakan tuntutan mutlak bagi kaum modernis Muslim. Dan tampaknya tuntutan ini sudak banyak menampakkan hasilnya. Dan secara perlahan kaum Muslim bangkit dan semakin mendapatkan posisi di negara mereka masing-masing, termasuk di Indonesia.

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.  SIMPULAN

Menyadari bahawa sebuah peradaban adalah perkembangan jaman dan merupakan proses sebuah pelajaran, dan harus disadari pula bahawa Islam tidak berada lagi pada jaman yang terdahulu. Maka islam harus mampu mengikuti dan menyeimbangkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga akan tercipta kehidupan yang harmonis yang mampu menciptakan perdamaian dunia. Dan yang terpenting adalah terciptanya kehidupan yang di inginkan oleh seluruh umat manusia baik di dunia maupun di akhirat kelak.

 

B.  SARAN

       Demikianlah makalah yang telah selesai kami buat dengan judul : ISLAM MODERAT”, apabila ada yang kuarng jelas dari makalah kami, kami siap untuk menerima kritik dan saran dari teman-teman semua. Dan semoga makalah kami dapat bermanfaat untuk semuanya. Terima kasih.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://muhshodiq.wordpress.com/2008/10/15/kelahiran-islam-moderat-di-indonesia/

Muhammad Tholhah Hasan, Ahlussunah Wal Jamaah, Jakarta : Lantabora Press, 2005. Hlm 3-4  

Nurcholish Madjid, Islam Kemoderenan dan Keindonesiaan, Bandung : Mizan, 1998. Hlm 173

M. Sholikhin, Sejarah Peradaban Islam, Semarang : Rasail, 2005. Hlm 162

http://mukhsinjamil.blog.walisongo.ac.id/2013/12/20/islam-moderat/

Sholihan, Modernitas Postmodernitas Agama, Semarang : Wlisongo Press, 2008. Hlm 53

Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta : Rajawali Pers, 2010.  Hlm 271

Fazlur Rahman, Islam, Bandung : Pustaka, 1997. Hlm 322 

  


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEORI PEMBELAJARAN PSIKOLOGI HUMANISTIK

MAKALAH TEORI DALAM BELAJAR : PSIKOLOGI HUMANISTIK                                    PSIKOLOGI PENDIDIKAN        Dosen Pengampu: Dra. Yusdiana, M.Si. Luthfia Amira (11902015) Sri Daning Aprianti (11902005) Badri Afgani (11902049)   PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK 2020 M/14 4 1 H KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah yang masih memberikan kesehatan dan kesempatan-Nya kepada kita semua, terutama kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Kami juga berterima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Psikologi Pendidikan yaitu ibu Dra. Yusdiana, M.Si. yang telah membimbing dalam m...