TEORI DALAM BELAJAR : PSIKOLOGI HUMANISTIK
PSIKOLOGI
PENDIDIKAN
Dosen Pengampu: Dra. Yusdiana, M.Si.
Luthfia Amira (11902015)
Sri Daning Aprianti (11902005)
Badri Afgani (11902049)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK
2020 M/1441 H
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi
Allah yang masih memberikan kesehatan dan kesempatan-Nya kepada kita semua,
terutama kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Kami
juga berterima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Psikologi Pendidikan
yaitu ibu Dra. Yusdiana, M.Si. yang telah membimbing dalam menulis makalah ini.
Berikut ini, kami
mempersembahkan sebuah makalah (karya tulis) yang berjudul “Teori Dalam Belajar
: Psikologi Humanistik”. Kami mengharapkan makalah ini dapat bermanfaat bagi
pembaca semua, terutama bagi penulis sendiri.
Kepada pembaca yang
budiman, jika terdapat kekurangan atau kekeliruan dalam makalah ini, kami mohon
maaf, karena kami sendiri dalam tahap belajar.
Dengan demikian,
tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada para pembaca. Semoga Allah memberkahi
makalah ini sehinga benar-benar bermanfaat.
Pontianak,
09 Desember 2019
Kelompok 8
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Belajar
bukan hanya menghafal dan bukan pula mengingat, tetapi belajar adalah
suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri siswa. Perubahan
sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk, seperti
perubahan terhadap lingkungan, sikap dan tingkah laku keterampilan, kecakapan,
kemampuan, daya reaksi dan daya penerimaan. Didalam pembelajaran juga perlu adanya guru
dan siswa, dan dukungan suatu teori belajar, karena tanpa guru siswa tidak akan
dikatakan siswa, dan begitu juga sebaliknya tanpa siswa guru tidak akan disebut
guru kalau tidak ada siswa, juga dalam pembelajaran tidak akan terlepas
dengan teori karena teori itulah yang akan merangsang kemampuan para sisiwa
atas apa yang dimiliki dalam dirirnya.
Humanistik adalah aliran dalam psikologi yang muncul tahun 1950an
sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psikoanalisis. Aliran ini secara
eksplisit memberikan perhatian pada dimensi manusia dari psikologi dan konteks
manusia dalam pengembangan teori psikologis. Teori humanisme
menyatakan bahwa bagian terpenting dalam proses pembelajaran adalah unsur
manusianya. Humanisme lebih melihat sisi perkembangan kepribadian manusia
dibandingkan berfokus pada “ketidaknormalan” atau “sakit”. Manusia akan
mempunyai kemampuan positif untuk menyembuhkan diri dari “sakit” tersebut,
sehingga sisi positif inilah yang ingin dikembangkan oleh teori humanism.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan teori belajar psikologi humanistik?
2. Apa saja tujuan pendekatan humanistik?
3. Apa saja ciri-ciri pendekatan humanistik?
4. Apa saja kelebihan dan kekurangan pendekatan humanistik?
C. Tujuan
Penulisan
1. Mengetahui pengertian psikologi humanistik
2. Mengetahui tujuan pendekatan humanistik
3. Mengetahui ciri-ciri pendekatan humanistik
4. Mengetahui kelebihan dan kekurangan pendekatan humanistik.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Teori Belajar Psikologi Humanistik
Teori Belajar Humanistik adalah suatu teori dalam pembelajaran yang
mengedepankan bagaimana memanusiakan manusia serta peserta didik mampu
mengembangkan potensi dirinya. Dalam teori belajar humanistik, belajar dianggap
berhasil jika si pembelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Siswa
dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai
aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Teori belajar ini berusaha memahami
perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang
pengamatnya.
Kartono
dan Gulo (1987 : 207) menyatakan bahwa Psikologi humanistik adalah suatu
pendekatan terhadap psikologi yang menekankan usaha melihat orang sebagai
makhluk-makhluk yang utuh, dengan memusatkan diri pada kesadaran subjektif,
meneliti masalah-masalah manusiawi yang penting, serta memperkaya kehidupan
manusia.
Saam (2010 : 60) menyatakan bahwa Teori
Humanistik menyatakan bahwa tingkah laku manusia ditentukan oleh bagaimana ia
memandang diri dan dunia sekitarnya serta ditentukan dalam diri sendiri. Dalam
perspektif humanistik, guru harus memperhatikan kebutuhan kasih sayang. Dalam
pembelajaran, teori humanistik memandang siswa lebih manusiawi, pribadi, dan
berpusat pada siswa.
Dalyono (2007 : 43) bahwa Perhatian psikologi
humanistik yang terutama tertuju pada masalah bagaimana tiap-tiap individu
dipengaruhi dan dibimbing oleh maksud-maksud pribadi yang mereka hubungkan
kepada pengalaman-pengalaman mereka sendiri. Menurut para pendidik aliran
humanistis penyusunan dan penyajian materi pelajaran harus sesuai dengan
perasaan dan perhatian siswa.
Sadulloh (2006 : 173) menyatakan bahwa
Psikologi humanistik menekankan kebebasan personal, pilihan, kepekaan, dan
tanggung jawab personal. Sebagaimana yang dinyatakan secara tidak langsung oleh
tema itu, psikologi humanistik juga memfokuskan pada prestasi, motivasi,
perasaan, dan kebutuhan akan umat manusia. Tujuan pendidikan, menurut orientasi
ini adalah aktualisasi diri individual.
para pendidikan yang beraliran humanistik juga mencoba untuk membuat
pembelajaran yang membantu anak didik untuk meningkatkan kemampuan dalam
membuat, berimajinasi, mempunyai pengalaman, berintuisi, merasakan, dan
berfantasi. Melihat hal-hal yang diusahakankan oleh para pendidik humanistik,
tampak bahwa pendekatan ini mengedepankan pentingnya emosi dalam dunia
pendidikan. Karena berpikir dan merasakan saling beriringan, mengabaikan
pendidikan emosi sama dengan mengabaikansalah satu potensi terbesar
manusia. Kita dapat belajar menggunakan emosi kita dan mendapat keuntungan dari
pendekatan humanistik ini sama seperti yang kita dapatkan dari pendidikan yang
menitikberatkan kognisi.
B. Tujuan
Pendekatan Humanistik
Adapun tujuan pendekatan humanistik
adalah sebagai berikut :
1. Mengoptimalkan kesadaran individu akan keberadaannya dan menerima
keadaannya menurut apa adanya. “Saya adalah saya”.
2. Memperbaiki dan mengubah sikap, persepsi cara berfikir, keyakinan serta
pandangan-pandangan individu, yang unik, yang tidak atau kurang sesuai dengan
dirinya agar individu dapat mengembangkan diri dan meningkatkan self
actualization seoptimal mungkin.
3. Menghilangkan hambatan-hambatan yang dirasakan dan dihayati oleh individu
dalam proses aktualisasi dirinya.
4. Membantu individu dalam menemukan pilihan-pilihan bebas yang mungkin dapat
dijangkau menurut kondisi dirinya.
C.
Ciri-ciri Pendekatan Humanistik
1. Psikologi humanistik menawarkan satu nilai yang baru sebagai
pendekatan untuk memahami sifat dan keadaan manusia
2. Psikologi humanistik menawarkan pengetahuan yang luas akan kaedah
penyelidikan dalam bidang tingkah laku manusia
3. Psikologi humanistik menawarkan metode yang lebih luasakan kaedah-kaeah
yang lebih efektif dalam dalam pelaksanaan psikoterapi
D. Kelebihan
dan Kekurangan Pendekatan Humanistik
Pendekatan humanistik
memiliki kelebihan antara lain :
1. Bersifat pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap, analisis
terhadap fenomenel sosial.
2. Selalu mengedepankan akan hal-hal yang bermuara demokratis, partisipatif
dialogis dan humanis
3. Suasana pembelajaran yang saling menghargai adanya kebebasan berpendapat
kebebasan mengungkapkan gagasan
4. Indikator dari keberhasilan aplikasi ini adalah merasa senang, bergairah,
berinsiatif dalam belajar dan terjadi perubahan pola pikir , perilaku dan sikap
atas kemauan sendiri
Pendekatan humanistik juga memiliki
kekurangan antara lain :
1. Bersifat individual
2. Proses belajar tidak akan berhasil jika tidak ada motivasi dan lingkungan
yang mendukung
3. Sulit diterapkan dalam konteks yang lebih praktis
4. Teori humanistik tidak bisa diuji dengan mudah
5. Banyak konsep dalam psikologi humanistik, seperti misalnya orang yang telah
berhasil mengaktualisasikan dirinya ini masih buram dan subjektif
6. Psikologi humanistik mengalami pembiasan terhadap nilai individulistik
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Teori belajar humanistik berusaha memahami perilaku belajar dari sudut
pandang perilakunya bukan sudut pandang pengamatnya. Tujuan utama para pendidik
adalah mambantu siswa untuk mengembangkan dirinya yaitu membantu masing- masing
individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan
membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri mereka.
Humanistik tertuju pada masalah bagaimana tiap individu dipengaruhi dan
dan dibimbing oleh maksud-maksud pribadi yang mereka hubungkan kepada
pengalaman-pengalaman mereka sendiri. Teori humanisme merupakan konsep belajar
yang lebih melihat pada sisi perkembangan kepribadian manusia. Berfokus pada
potensi manusia untuk mencari dan menemukan kemampuan yang mereka punya dan
mengembangkan kemampuan tersebut.
B. Saran
Penulis menyadari bahwa makalah diatas banyak sekali kesalahan dan jauh
dari kesempurnaan. Penulis akan memperbaiki makalah tersebut dengan berpedoman
pada banyak sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Maka dari itu penulis
mengharapkan kritik dan saran mengenai pembahasan makalah ini.

Komentar
Posting Komentar